-->

Kenali Penyebab Keputihan Setelah Haid Dan Jenis Keputihan Berdasarkan Warnanya

Kenali Penyebab Keputihan dan Jenis Keputihan Berdasarkan warna

miss v gatal, keputihan, keputihan yang normal, cara untuk merapatkan miss v, faktor keputihan, penyebab keputihan


Penyebab keputihan dan jenis keputihan berdasarkan warna - Bagi kalian para wanita yang telah memasuki usia remaja, pasti sudah mengalami menstruasi kan? Ya jelas dong kan sudah memasuki usia puber. Nah pasti kalian sering bertanya-tanya kenapa setelah darah menstruasi berhenti, seringkali terjadi keputihan? 

Keputihan atau lendir yang keluar dari vagina ini berfungsi untuk membersihkan serta melembabkan vagina, sekaligus mencegah terjadinya infeksi. Jadi jangan salah sangka dulu dengan keputihan tersebut.

Sebab keputihan membawa sel kulit mati dan bakteri keluar tubuh, sehingga vagina terlindungi dari infeksi bebahaya. Munculnya keputihan bisa bersifat wajar apabila terjadi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Ternyata keputihan juga ada sisi baiknya buat vagina.

Serta keputihan setelah haid bisa bervariasi pada tekstur dan warnanya, tergantung dari fase-fase dalam satu siklus menstruasi kalian. Keputihan setelah menstruasi bisa memberi gambaran tentang kesehatan vagina kalian lho. Ini dia penjelsannya:

Penyebab Keputihan Setelah Haid:


1. Sisa Darah Haid


Setelah darah haid berhenti, kadangkala keluar lendir kecoklatan selama beberapa hari kemudian. kemungkinan besar, ini adalah sisa darah haid yang masih tertinggal dan dikeluarkan dari rahim. Lendir biasanya hanya sedikit dan tidak sampai memerlukan menggunakan pembalut.

Tapi sebagian orang risih terhadap keputihan, sehingga banyak orang yang menggunakan pantyliner agar lebih nyaman saat beraktivitas dan mengurangi kelembapan pada vagina.

2.  Ovulasi


Bagi pemiliki siklus haid yang normal (28 hari), sering keluar lendir berwarna agak putih, kemudian menjadi bening selama kira-kira dua minggu setelah hari pertama haid.

Keputihan seperti ini bisa menjadi pertanda meningkatknya hormon estrogen sampai terjadi proses ovulasi.

3. Penggunaan Pil KB


Kontrasepsi hormonal, seperti pil KB dapat meningkatkan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita. Dampaknya yaitu produksi lendir vagina yang lebih banyak, sehingga keputihan lebih sering terjadi.

4. Bacterial Vaginosis


Di dalam vagina sebenarnya terdapat bakteri-bakteri yang bisa membantu untuk menjaga kesehatan area intim tersebut.

Tapi jika jumlah bakteri baik dan bakteri jahat menjadi tidak seimbang, terjadilah gangguan kesehatan berupa bacterial vaginosis dengan gejala berupa keputihan

5. Infeksi Jamur


Infeksi jamur pada vagina bisa terjadi kapan saja. Salah satu gejalanyaa adalah keputihan setelah haid atau sebelumnya, yang biasanya diiringi rasa gatal di vagina.

6. Penyakit Menular Seksual


Keputihan bisa menjadi salah satu gejala penykit ini. Beberapa jenis penyakit menular seksual yang menyebabkan keputihan adalah klamidia, trikomoniasis, dan gonore.


Cermati Warna Lendir Keputihan Agar Tahu Kondisi Vagina:


Lendir yang keluar dari vagina tidak selalu berwarna putih seperti istilah keputihan. Terkadang, keputihan bisa berwarna kuning, bening, merah muda, maupun kehijauan. Yuk, cermati arti di balik warna-warna tersebut. Ini dia warna lendir keputihan agar tahu kondisi vagina:

1. Merah


Warna lendir merah bisa bervariasi dari merah muda, merah terang, hingga merah tua yang mendekati coklat. Umumnya lendir merah terang hingga gelap adalah darah menstruasi.

Apabila seorang wanita menopause mengalami kemunculan lendir merah dari vagina, segeralah cek ke dokter. Karena kondisi ini bisa jadi gejala kanker rahim atau kanker leher rahim (serviks).

Di samping itu, lendir merah muda mungkin saja hanya spotting yang terjadi sebelum darah haid keluar. Pada beberapa kasus, lendir ini juga bisa menjadi tanda menempelnya hasil pembuahan ke dinding rahim.

Sementara darah merah muda yag keluar setelah berhubungan seks, biasanya merupakan tanda adanya iritasi ringan pada vagina.


2. Putih


Lendir putih bervariasi dari warna putih gading hingga kuning pucat. Jika hanya keluar keputihan tanpa ada keluhan lain, maka itu dalam kondisi normal dan berfungsi sebagai lubrikasi vagina.

Namun bila keputihan setelah haid atau sebelumnya, memiliki konsistensi bergumpal-gumpal atau diiringi bau tidak sedap yang cukup menyengat, kondisi ini bisa jadi merupakan gejala infeksi jamur.

3. Kuning 


Warna lendir kuning pucat biasanya masih termasuk keputihan normal. Tapi jika warnanya kuning agak gelap hingga kuning-kehijauan, kondisi ini bisa jadi tanda terjadinya infeksi seksual menular. 

Keputihan berwarna kuning terjadi karena adanya organisme kuman yang tumbuh dan bersarang disana. Biasanya, kuman-kuman masuk melalui ubingan seksual. 

Keputihan akibat infeksi trikomoniasis akan ditandai dengan warna kuning atau hijau, dengan tekstur kenta tebal, atau disertai bau busuk yang tidak normal.

Infeksi Trikomoniasis sendiri dapat menyebar melalui hubungan intim. Keputihan akibat penyakit gonore juga akan ditandai dengan warna kuning disertai dengan nyeri panggul.

4. Abu-abu


Lendir keputihan yang berwarna Abu-abu biasanya berupakan gejala terjadinya bacterial vaginosis. Keluhan lain yang juga mungkin dirasakan adalah gatal, iritasi, vagina kemerahan dan bau yang tidak sedap. 

Terkadang jenis keputihan berwarna abu-abu ini juga muncul disertai buih atau gelembung udara. Parahnya warna abu-abu diikuti dengan darah da bersifat encer maka kemungkinan seorang wanita sedang mengalami kanker.

Segeralah periksakan diri ke dokter apabila keputihan setelah haid berwarna abu-abu.

5. Bening


Keputihan dengan lendir bening dan konsistensi lentur dan licin seperti putih telur merupakan hal yang normal. Biasanya muncul setelah berakhirnya masa menstruasi.

Lendir ini menandakan proses ovulasi pada tubuh wanita. Cairan keputihanyang bening dan cair bisa terasa banyak terutama setelah berolahraga.


Keputihan setelah haid lebih sering merupakan kondisi normal. Apabila kalian mengalami keputihan dengan gejala keputihan bergumpal, berbusa, serta diiringi bau amis atau bau tidak sedap, rasa gatal, dan sakit pada vagina, serta nyeri pada perut dan panggul, maka segeralah menghubungi dokter kelamin untuk mendapatkan penangan yang tepat. Jangan sampai keputihan menjadi penyakit yang serius di kemudian hari.
LihatTutupKomentar